Jumat, 27 Januari 2012

Tugas Pengantar Bisnis ke 4



TUGAS 1              : MERINGKAS BAB 8
Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)
A. PENGERTIAN AMDAL
Pengertian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) menurut PP No. 27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Arti lain analisis dampak lingkungan adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya, makan diberikan jalur alternatif pencegahan.
B. DAMPAK YANG DITIMBULKAN
Berikut ini dampak negatifyang mungkin akan timbul, jika tidak dilakukan AMDAL secara baik dan benar adalah sebagai berikut:
1.      Terhadap tanah dan kehutanan
a. Menjadi tidak subur, gersang, atau tandus, sehingga sangat merugikan sector pertanian.
b. Berkurang jumlahnya, apabila terjadi pengerukkan atau bahkan hilang, seperti untuk sector pertambangan, yang pada akhirnya akan berbentuk danau-danau kecil.
c. Terjadi erosi atau bahkan banjir apabila hutan yang ada disekitar proyek ditebang secara tidak teratur.
d. Tailing bekas pembuangana hasil pertambangan akan merusak aliran sungai berikut hewan dan tanaman di sekitarnya.
e. Punahnya keanekaragaman hayati, baik fauna maupun flora, akibat rusaknya hutan alam yang terkena dampak dengan adanya proyek/usaha.
2.      Terhadap air
a. Mengubah warna, dari yang semula bening dan jernih menjadi kuning atau hitam, sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan seperti air minum, mencuci, dan keperluan lainnya.
b. Berubah rasa, dalam arti bahwa mungkin warnanya tidak berubah, akan tetapi rasanya menjadi berubah, sehingga juga berbahaya untuk dijadikan air minum, karena mungkin mengandung zat-zat yang berbahaya.
c. Berbau busuk atau menyengat, sehingga menggangu lingkungan disekitarnya.
d. Matinya binatang air, dan tanaman disekitar lokasi akibat dari pada air berubah warna dan rasa.

3.      Terhadap udara
a. Udara disekitar lokasi menjadi berdebu, untuk proyek-proyek tertentu seperti proyek batu kapur atau semen, sehingga udara disekitarnya menjadi tidak sehat.
b. Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti proyek bahan kimia.
c. Untuk proyek tertentu dapat menimbulkan suara yang bising, seperti proyek perbengkelan.
d. Menimbulkan aroma yang tidak sedap seperti berbau tajam, menyengat, busuk, seperti usaha perternakan atau industri makanan.
4.      Terhadap manusia
a. Akan menimbulkan berbagai penyakit terhadap:
·         Karyawan  perusahaan yang bersangkutan
·         Masyarakat sekitar lokasi proyek
b. Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat berubahnya struktur penduduk.
c. Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat, seiring dengan perubahan perkembangan didaerah tersebut.
                Dampak yang akan timbul, seperti diatas perlu dicarikan alternatif penyelesaiannya. Adapun alternatif penyelesaiannya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      Terhadap tanah
a. Melakukan rehabilitasi terhadap lahan kritis melalui penghijauan (reboisasi) untuk menghindari dampak banjir, longsor, atau mengatasi tanah gersang.
b. Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian yang menyebabkan tanah mejadi berlubang-lubang.
2.      Terhadap air
a. Memasang filter/saringan air sehingga air yang keluar dari pembuangan sudah bersih dan sehat tentunya.
b. Membuat saluran pembuangan yang teratur kedaerah tertentu sehingga tidak mengganggu aktifitas masyarakat.
c. Memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar, seperti bahan-bahan kimia yang dapat mematikan makhluk yang mengonsumsi atau hidup didalam air tersebut.

3.      Terhadap udara
a. Memasang filter/saringan udara untuk menghindari asap dan debu atau sumber polusi lainnya.
b. Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara yang bising.
4.      Terhadap karyawan
a. Menggunakan peralatan pengaman seperti masker, baju kerja yang aman, atau alat pengaman lainnya.
b. Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja yang terlibat dalam perusahaan tersebut.
c. Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat dengan proyek.
5.      Terhadap masyarakat sekitarnya
a. Menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat.
b. Memindahkan masyarakat kelokasi yang lebih aman dengan penggantian yang wajar jika diperkirakan kondisi proyek benar-benar membahayakan kesehatan.
C. TUJUAN DAN KEGUNAAN STUDI AMDAL
          Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiata. Hal-hal yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan studi AMDAL adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi semua rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan.
2. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting.
3. Memprakirakan dan mengevaluasi rencana usaha dan/atau kegiatan usaha yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.
4. Merumuskan RKL dan RPL
Sedangkan kegunaan dilaksanakannya studi AMDAL adalah:
1. Sebagai bahan bagi perencana dan pengelola usaha dan pembangunan wilayah.
2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
3. Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
4. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
5. Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
D. Rona Lingkungan Hidup
Sasaran utama dari AMDAL adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Atau dengan kata lain, untuk menjaga lingkungan hidup dari segala bentuk perusakan, pencemaran, atau kegiatan yang merugikan kelestarian lingkungan hidup yang pada akhirnya merugikan manusia itu sendiri.
Rona lingkungan hidup pada dasarnya beraneka ragam dalam bentuk, ukuran, tujuan, sasaran, dan sebagainya. Rona lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi, keanekaragaman, faktor lingkungan hidup, dan pengaruh manusia.
Hal-hal berikut ini yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup adalah sebagai berikut:
1. Wilayah studi rencana usaha atau kegiatan.
2. Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumber daya alam yang ada di wilayah studi rencana usaha atau kegiatan, penyajian kondisi sumber daya ala ini perlu dikemukakan dalam peta atau dengan lanel dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi diagram gambar, grafik, atau foto.
                    Berikut ini beberapa contoh komponen lingkungan hidup yang bisa dipilih untuk ditelaah sesuai hasil pelingkupan dalam KA-AMDAL.
Fisik Kimia
                Komponen fisik kimia yang penting untuk ditelaah diantaranya:
1. Iklim, kualitas udara, dan kebisingan
a. Komponen iklim meliputi tipe iklim, suhu, kelembaban curah hujan dan jumlah hari hujan, keadaan angin, serta intensitas radiasi matahari.
b. Data periodik bencana seperti sering terjadi angin ribut, banjir bandang diwilayah studi rencana usaha.
c. Data yang tersedia dari stasiun meteorologi dan geofisika yang mewakili wilayah studi tersebut.
d. Pola iklim mikro pola penyebaran bahan pencemar udara secara umum maupun pada kondisi cuaca terburuk.
e. Kualitas udara baik pada sumber maupun daerah sekitar wilayah studi rencana usaha.
f. Sumber kebisingan dan getaran, tingkat kebisingan serta periode kejadiannya.
2. Fisiografi
a. Topografi bentuk lahan (morfologi) struktur geologi dan jenis tanah.
b. Indikator lingkungan hidup yang berhubungan dengan stabilitas dan stabilitas tanah.
c. Keunikan, keistimewaan, dan kerawanan bentuk-bentuk lahan dan bantuan secara geologis.
3. Hidrologi
a. Karakteristik fisik sungai, danau, dan rawa.
b. Rata-rata debit dekade, bulan, tahunan, atau lainnya.
c. Kadar sedimentasi (lumpur) tingkat erosi.
d. Kondisi fisik daerah resapan air, permukaan air dan tanah.
e. Fluktuasi, potensi, dan kualitas air tanah (dangkal dan dalam).
f. Tingkat penyediaan dan kebutuhan pemanfaatan air untuk keperluan lainnya seperti pertanian industri dll.
g. Kualitas fisik kimia dan mikrobiologi air mengacu pada mutu dan parameter kualitas air yang terkait dengan limbah yang akan keluar.
4. Hidrooseanografi
Pola hidrodinamika kelautan seperti :
a. Pasang surut.
b. Arus dan gelombang / ombak.
c. Morfologi pantai.
d. Abrasi dan akresi serta pola sedimentasi yang terjadi secara alami di daerah penelitian.
5. Ruang, lahan, tanah
a. Inventarisasi tata guna lahan dan sumber daya lainnya pada saat rencana usaha yang diajukan dan kemungkinan potensi pengembangan di masa datang.
b. Rencana pengembangan wilayah rencana tata ruang (kawasan budidaya seperti pertanian, perkebunan, hutan, perikanan dll, serta kawasan non-budidaya seperti hutan lindung, suaka margasatwa, taman nasional dll.)
c. Kemungkinan adanya konflik atau pembatasan yang timbul antara rencana tata guna tanah dan sumber daya alam lainnya.
d. Inventarisasi estetika dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di wilayah studi rencana usaha.
Biologi
                Komponen biologi yang penting untuk di telaah di antaranya:
1. Flora
a. Peta zona biogeoklimatik dari vegetasi yang meliputi tipe vegetasi seperti sifat-sifat dan kerawanannya yang berada di wilayah studi rencana usaha.
b. Jenis-jenis vegetasi dan ekosistem yang dilindungi UU yang berada dalam wilayah studi rencana usaha.
c. Keunikan dari vegetasi dan ekosistemnya yang berada di wilayah studi rencana usaha.
2. Fauna
a. Taksiran kelimpahan dan keragaman fauna, habitat, penyebaran pola migrasi, populasi hewan budidaya (ternak) serta satwa dan habitatnya yang dilindungi UU.
b. Taksiran penyebaran dan kepadatan populasi hewan invertibrata yang dianggap penting karena memiliki peranan dan potensi sebagai bahan makanan atau sumber hama dan penyakit.
c. Perikehidupan hewan penting di atas termasuk cara perkembangbiakkan, siklus dan daur hidupnya, cara-cara pemijahan, cara bertelur dan beranak, cara memelihara anaknya perilaku dalam daerah teritorialnya.
Sosial
                Komponen sosial yang penting untuk di telaah di antaranya:
1. Demografi
a. Struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata pencaharian, pendidikan, agama.
b. Tingkat kepadatan penduduk.
c. Pertumbuhan (tingkat kelahiran, tingkat kematian bayi, dan pola migrasi sirkuler dan permanen).
d. Tenaga kerja (tingkat partisipasi angkatan kerja, tingkat pengangguran).
2. Ekonomi
a. Ekonomi rumah tangga (tingkat pendapatan, pola nafkah, pola nafkah ganda).
b. Ekonomi sumber daya alam (pola pemilikan dan penguasaan SDA, pola penggunaan lahan nilai tanah, dan sumber daya alam lainnya).
c. Perekonomian lokal dan regional.
3. Budaya
a. Kebudayaan.
b. Proses sosial.
c. Pranata sosial / kelembagaan masyarakat di bidang ekonomi.
d. Warisan budaya.
e. Pelapisan sosial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan, dan kekuasaan.
f. Kekuasaan dan kewenangan.
g. Sikap dan persepsi masyarakat tentang rencana usaha.
h. Adaptasi ekologis.
4. Kesehatan masyarakat
a. Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan.
b. Proses dan potensi terjadinya pemajanan.
c. Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit (angka kesakitan dan angka kematian).
d. Karakteristik spesifik penduduk yang berisiko.
e. Sumber daya kesehatan.
f. Kondisi sanitasi lingkungan.
g. Status gizi masyarakat.
h. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.
E. Prakiraan Dampak Besar dan Penting
                Dampak besar dan terpenting dalam studi AMDAL menurut pedoman penyusunan AMDAL hendaknya dimuat hal-hal sebagai berikut:
1. Prakiraan secara dampak usaha pada saat pra-konstruksi, konstruksi operasi, dan pascaoperasi terhadap lingkungan hidup.
2. Penentuan arti penting perubahan lingkungan hidup yang diprakirakan bagi masyarakat di wilayah studi rencana usaha dan pemerintahan dengan mengacu pada pedoman penentuan dampak besar dan penting.
3. Dalam melakukan telaah butir 1 dan 2 tersebut diperhatikan dampak yang bersifat langsung dan tidak langsung. Maka perlu diperhatikan mekanisme aliran dampak pada berbagai komponen lingkungan sebagai berikut:
    a. Kegiatan menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada komponen sosial.
b. Kegiatan menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada komponen fisik kimia     kemudian menimbulkan rangkaian dampak lanjutan berturut-turut terhadap komponen biologi dan sosial.
c. Kegiatan menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada komponen biologi, kemudian menimbulkan rangkaian dampak lanjutan pada komponen sosial.
d. Kegiatan menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada aspek fisik kimia dan selanjutnya membangkitkan dampak pada komponen sosial.
e. Dampak penting berlangsung saling berantai di antara komponen sosial itu sendiri.
f. Dampak penting pada butiran a,b,c,d, dan e yang telah diutarakan selanjutnya menimbulkan dampak balik pada rencana usaha.
4. Mengingat usaha masih berada pada tahap pemilihan alternatif usaha (lokasi atau teknologi yang digunakan) sehubungan dengan AMDAL merupakan komponen dari studi kelayakan, maka telaahan dilakukan untuk masing-masing alternatif.
5. Dalam melakukan analisis prakiraan dampak penting agar digunakan metode-metode formal secara sistematis.

F. Evaluasi Dampak Besar dan Penting
                Hasil evaluasi mengenai hasil telaahan dampak besar dan penting dari rencana usaha ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang bertanggung jawab untuk memutuskan kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha sebagaimana dimaksud dalam PP No. 27 Tahun 1997.
1. Telaahan terhadap dampak besar dan penting
a. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak yang bersifat holistis adalah telaahan secara totalitas terhadap beragam dampak besar dan penting lingkungan hidup.
b. Telaahan secara holistis atas berbagai komponen lingkungan hidup yang diprakirakan mengalami perubahan yang mendasar.
c. Dampak-dampak besar dan penting yang dihasilkan dari evaluasi disajikan sebagai dampak-dampak besar dan penting yang harus dikelola.
2. Telaahan sebagai dasar pengelolaan
a. Hubungan sebab akibat (kausatif) antara rencana usaha dan rona lingkungan hidup dengan dampak positif dan negatif yang mungkin timbul.
b. Ciri dampak penting ini juga perlu dikemukakan dengan jelas dalam arti apakah dampak penting baik positif atau negatif akan berlangsung terus selama usaha itu berlangsung nanti atau antara dampak-dampak yang satu dengan yang lainnya akan terdapat hubungan timbale balik yang antagonis dan sinergistik.
c. Kelompok masyarakat yang akan terkena dampak negatif dan kelompok yang terkena dampak positif identifikasi kesenjangan antara perubahan yang diinginkan dan perubahan yang mungkin terjadi.
d. Kemungkinan seberapa luas daerah yang akan terkena dampak penting ini apakah hanya dirasakan dampaknya secara lokal, regional, nasional, atau bahkan internasional, melewati batas NKRI.
e. Analisis bencana alam dan analisis risiko bila bencana usaha berada dalam daerah bencana alam atau di dekat sumber bencana alam.

G. Ruang Lingkup Studi dan Metode Analisis Data
                Ruang lingkup studi meliputi dampak besar penting yang ditelaah, yakni :
1. Rencana usaha penyebab dampak, terutama komponen langsung yang berkaitan dengan dampak yang ditimbulkannya.
2. Kondisi rona lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan terutama komponen langsung yang terkena dampak yang ditimbulkannya.
3. Jenis-jenis kegiatan yang ada disekitar rencana lokasi beserta dampak-dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan hidup.
4. Aspek-aspek yang diteliti sebagaimana yang dimaksud pada butir-butir 1,2,3,4 dimaksud mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen kerangka acuan untuk AMDAL.
Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan AMDAL
                Identitas pemrakarsa dan penyusun AMDAL terdiri:
1. Pemrakarsa :
    a. Nama dan alamat lengkap instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha.
    b. Nama dan alamat lengkap penanggung jawab pelaksana rencana usaha.
2. Penyusun AMDAL :
    a. Nama dan alamat lengkap lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya.
    b. Nama dan alamat lengkap penanggung jawab penyusun AMDAL.
Wilayah Studi
                Lingkup wilayah studi mencakup pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam kerangka acuan untuk AMDAL dan hasil pengamatan di lapangan. Batas wilayah studi AMDAL dimaksud digambarkan pada peta dengan skala memadai.
Pelingkupan Wilayah Studi
                Lingkup wilayah studi AMDAL ditetapkan berdasarkan pertimbangan batas-batas ruang, sebagai berikut :
1. Batas Proyek
                Yang dimaksud batas proyek adalah ruang dimana suatu rencana usaha melakukan kegiatan prakonstruksi, konstruksi, dan operasi.
2. Batas Ekologis
                Yang dimaksud batas ekologis adalah ruang persebaran dampak dari suatu rencana usaha menurut media transportasi limbah (air, udara), dimana prose salami yang berlangsung di dalam ruang tersebut di perkirakan akan mengalami perubahan mendasar.
3. Batas Sosial
                Yang dimaksud batas sosial adalah ruangan di sekitar rencana usaha yang merupakan tempat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tertentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial), sesuai dengan dinamika sosial suatu kelompok masyarakat.
4. Batas Administratif
Yang dimaksud batas administratif adalah ruangan dimana masyarakat secara leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosial budaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di dalam ruangan tersebut.
5. Batas Ruang Lingkup studi AMDAL
                Yakni ruang yang merupakan kesatuan dari keempat wilayah diatas, namun penentuannya disesuaikan dengan kemampuan pelaksana yang biasanya memiliki keterbatasan sumber data, seperti waktu, dana,tenaga, teknik, dan metode telaahan.
Metode Pengumpulan dan Analisis Data
                Perlunya dilakukan metode pengumpulan dan analisis data yang ilmiah dengan pertimbangan mengingat studi AMDAL merupakan telaahan mendalam atas dampak besar dan penting usaha terhadap lingkungan hidup.
1. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer maupun sekunder harus bersifat sahih dan dapat dipercaya (realible) yang diperoleh melalui metode atau alat yang bersifat sahih.
2. Metode pengumpulan data, metode analisis atau alat yang digunakan, serta lokasi pengumpulan data berbagai komponen lingkungan hidup yang diteliti.
3.Pengumpulan data dan informasi untuk demografi sosial ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan dan kesehatan masyarakat menggunakan kombinasi dari tiga atau lebih metode agar di peroleh data yang realibitasnya tinggi.

H. Sistematika Penyusunan Dokumen AMDAL
                AMDAL perlu disusun secara sistematis, sehingga dapat :
1. Langsung mengemukakan masukan penting yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan, perencanaan, dan pengelolaan rencana usaha.
2. Mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk masyarakat, bila dipandang masyarakat, dan mudah disarikan isinya pemuatan dalam media yang selama menyusun.
3. Memuat uraian singkat tentang :
a. Rencana usaha dengan berbagai kemungkinan dampak besar dan pentingnya, baik pada tahap prarekonstruksi, konstruksi, operasi, maupun pascaoperasi.
b. Keterangan mengenai kemungkinan adanya kesenjangan data informasi serta berbagai kekurangan dan keterbatasan yang dihadapi selama menyusun AMDAL.
c. Hal ini yang dipandang sangat perlu untuk melengkapi ringkasan.
I. Kegunaan dan Keperluan Rencana Usaha
                Kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi menunjang program pembangunan.
1. Penentuan batas-batas yang langsung akan digunakan oleh rencana usaha harus dinyatakan dengan peta berskala memadai dan dapat memperlihatkan hubungan tata kaitan dan tata letak antara lokasi rencana usaha dengan usaha lainnya seperti pemukiman dll.
2. Hubungan antara lokasi rencana usaha dengan jarak dan tersedianya sumber daya air dan energi, sumber daya alam hayati, dan sumber daya alam non hayati serta sumber daya manusia yang diperlakukan setelah usaha beroperasi.
3. Alternatif usaha berdasarkan hasil studi kelayakan.
4. Tata letak usaha dilengkapi dengan peta berskala memadai, yang memuat informasi tentang letak bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana usaha.
5. -Tahap pelaksanaan usaha.
    - Tahap prakonstruksi
    - Tahap konstruksi
    -Tahap operasi
    -Tahap pasca operasi











TUGAS 2        : TULISAN BEBAS
MENJADI MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI
·         Alasan memilih akuntansi
Karena sejak saat masih sekolah, saya suka dengan pelajaran akuntansi yang ada disekolah saya. Oleh karena itu saya memilih melanjutkannya dengan memilih jurusan akuntansi yang ada di Universitas Gunadarma. Saya berharap dengan memilih jurusan akuntansi saya bisa lebih mengerti tentang akuntansi tersebut dan lebih senang dalam mempelajarinya.

·         Aktivitas dikampus
Aktivitas selama dikampus pada umumnya sama seperti mahasiswa-mahasiswa yang lain yaitu belajar, mengerjakan tugas dan bermain. Tetapi selain itu jika ada tugas dari dosen kami sering mengerjakan tugas itu bersama sama/berkelompok. Karena jika bersama sama tugas itu akan mudah diselesaikan. Jika tidak ada dosen atau dosennya telat masuk, saya sering bermain atau mendengarkan music agar tidak bosan.

·         Kesulitan-kesulitan yang dihadapi
Selama menjadi mahasiswa yang mengambil jurusan akuntansi, saya merasa kesulitan memahami pelajaran akuntansi yang diberikan dosen tersebut, sebab pelajaran yang saya pelajari saat ini berbeda dengan yang saya pelajari waktu duduk dibangku sma dulu. Oleh sebab itu saya merasa kesulitan dalam memahaminya. Tidak hanya akuntansi saja yang saya sangat sulit memahaminya, seperti ekonomi dan matek saya juga sulit memahami pelajaran tersebut. Mungkin karena dosennya yang terlalu cepat menjelaskan materi yang diberikan.

·         Obsesi setelah lulu
Setelah lulus saya berharap dapat menjadi seorang akuntan yang baik dan mendapatkan pekerjaan yang baik dan sesuai dengan jurusan yang saya telah ambil sewaktu kuliah dulu. Ada pun obsesi saya yang lain adalah dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.




Jumat, 23 Desember 2011

Tugas Pengantar Bisnis

Nama : Fredianto
NPM : 22211959
Kelas : 1EB04


TUGAS PENGANTAR BISNIS
Tugas 1
1.a) Jelaskan pengertian manajemen produksi !
Manajemen produksi adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungna dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
b) Jelaskan ruang lingkup manajemen produksi !

Ruang lingkup manajemen produksi :
1. Perencanaan system produksi
2. Perencanaan operasi
3. system pengendalian produksi

Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Perencanaan sistem produksi
Sistem pengendalian produksi
Sistem informasi produksi
● Perencanaan produksi
● Pengendalian proses produksi
● Struktur organisasi
● Perencanaan lokasi produksi
● Pengendalian bahan baku
● Produksi atas dasar pesanan
● Perencanaan letak fasilitas produksi
● Pengendalian tenaga kerja
● Produksi untuk persediaan
● Perencanaan lingkungan kerja
● Pengendalian biaya produksi

● Perencanaan standar produksi
● Pengendalian kualitas pemeliharaan




c) Faktor-faktor apa yang menunjang manajemen produksi ?
1. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
2. Adanya revolusi industry di inggris
3. Adanya perkembangan alat dan teknologi
4. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan metode kerja yang lebih baik

2.a) Jelaskan pengertian manajemen SDM !
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.
b) Sebutkan fungsi-fungsi operasional manajemen SDM !
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Sumber Daya Manusia sebenarnya memiliki beberapa fungsi-fungsi. Dimana fungsi-fungsi tersebut saling terkait satu sama lain, dan aktivitas-aktivitas yang dijalankan oleh Manajemen Sumber Daya Manusia yang sangat cocok dengan fungsi-fungsi yang dimilikinya, yang bertujuan dengan peningkatan produktivitas, kualitas kehidupan kerja dan pelanyanan.

Fungsi perencanaan (planning) merupakan fungsi
manajemen sumber daya manusia yang dinilai esensial. Karena menyangkut rencana pengelolaan sumber daya manusia organisasi baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang yang berkaitan dengan operasionalisai organisasi dan kelancaran kerja yang ada didalamnya.

Fungsi pengadaan (procurement), perencanaan adalah suatu proses untuk penentuan rencana atau program kegiatan. Ini merupakan fungsi manajemen sumber daya manusia didalam suatu usaha untuk memperoleh jenis dan jumlah sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai sasaran organisasi yang tepat, baik dan benar .

Fungsi Pengembangan (development) funsi ini berkaitan sangat erat dalam peningkatan keterampilan dan kemampuan yang diupayakan melalui jalur pelatihan maupun pendidikan terhadap
sumber daya manusia yang ada. Dan juga dilakukan dalam bentuk suatu pengembangan diri untuk semua para karyawan yang berprestasi maupun yang kurang berprestasi.

Fungsi Pemeliharaan (maintenance) fungsi ini berkaitan dengan upaya dalam mempertahankan kemauan dan kemampuan minat kerja karyawan yang dilakukan melalui penerapan beberapa program yang dapat meningkatkan loyalitas dan kebanggaan kerja.

Fungsi Penggunaan (use) fungsi ini lebih menekankan pada pelaksanaan berbagai tugas dan pekerjaan oleh karyawan serta jenjang peningkatan posisi karyawan. Selain itu, fungsi ini berkaitan pula dengan kontraprestasi untuk karyawan yang telah berhenti bekerja, baik yang sementara atau permanen maupun akibat pemutusan hubungan kerja sepihak yang dilakukan perusahaan dan organisasi baik yang besar maupun yang kecil.
c) Sebutkan kegiatan-kegiatan manajemen SDM !
1. H. John Bernardin dan Joyce. E.A. Russel, Manajemen sumber daya manusia mengurusi rekruitmen, seleksi, pengembangan, pemberian imbalan, usaha mempertahankan, penilaian, dan promosi personel dalam sebuah organisasi.
Selanjutnya ia menulis bahwa yang dimaksud dengan sumber daya manusis dalam sebuah organisasi adalah semua orang yang melakukan kegiatan dalam organisasi tersebut. Menurutnya segala keputusan yang berdampak pada semua orang yang bekerja pada organisasi tersebut adalah urusan fungsi manajemen sumber daya manusis organisasi tersebut.
2. Gary Dessler, mendefinisikan bahwa manajemen sumber daya manusis sebagai "semua konsep dan teknik yang dibutuhkan untuk menangani aspek personalia atau sumber daya manusis dari sebuah posisi manajerial, seperti rekrutmen, seleksi, pelatihan, pemberian imbalan, dan penilaian dan semua kegiatan lain yang selama ini dikenal.
3. John M. Ivancevich menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia ialah pengelolaan yang efektif dari manusia dalam pekerjaan mereka, dan manajemen sumber manusia meneliti hal-hal yang dapat atau harus dilakukan untuk menjadikan orang yang bekerja menjadi lebih produktif dan lebih puas. Mengenai fungsi-fungsi yang dilakukan dalam kerangka manajemen sumber daya manusia, ia membuat daftar yang isinya sama dengan yang disajikan oleh penulis lain.
4. R. Wayne Mondy dkk, Manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan aset-aset insani perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuan yang berhubungan dengan organisasi.Oleh karena itu menurut mereka manajemen sumber daya manusia dalam arti pemberdayaan sumber daya manusia adalah tanggungjawab semua manajer yang mempunyai dan harus memimpin bawahan.
Definisi yang mereka ajukan dapat dirangkum dan berbunyi sebagai berikut" Manajemen sumber daya manusia adalah penerapan manajemen secara tepat dan efektif dalam proses akuisisi, pendayagunaan, pengembangan, dan pemeliharaan personel yang dimiliki oleh sebuah organisasi secara efektif untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusis yang optimal oleh organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.


3. a) Jelaskan pengertian capital budgeting !
capital budgeting adalah keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana yang melebihi jangka waktu satu tahun.

 b) Metode-metode pemilihan investasi yaitu :
1. Metode NPV (Net Present Value)
adalah metode penilaian yang memperhitungkan pola cash flows(keuntungan setelah pajak ditambah dengan depresiasi) keseluruhan dari suatu investasi, dalam kaitannya dengan waktu dengan discount rate tertentu.
2. Metode internal Rate Of Return (IRR)
adalah bagaimana menentukan discount rate yang dapat mempersamakan. Total Present Value dari Proceeds (total nilai sekarang proceeds) sama dengan investasi bersih(net investment), sehingga dalam keadaan ini nilai NPV nya=Nol.
 3. Metode Payback Period
adalah metode yang digunakan untuk menentukan berapa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menutup Net Investment (capital outlay) dengan proceed yang diterima dari suatu proyek investasi .
 4. Metode Average Rate Of Return





Tugas 2
1. Peran mahasiswa terhadap kemajuan bangsa kondisi saat ini
Menurut saya peran mahasiswa terhadap kemajuan bangsa sangatlah kurang, sebab mahasiswa saat ini hanya bisa mencari pekerjaan tetapi tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Selain itu mahasiswa saat ini hanya bisa berdemo saja tetapi tidak bisa menunjukan apakah dia mampu dalam membangun bangsa ini. Sebagai mahasiswa harusnya kita bisa berfikir lebih rasional karena kita adalah seorang yang terpelajar. Apakah kita tidak malu dengan status kita sebagai seorang terpelajar tp kelakuan kita tidak terpelajar?
2. Sarjana yang berguna bagi masyarakat
Sarjana yang berguna bagi masyarakat adalah sarjana yang mampu menciptakan sebuah peluang untuk membuat suatu lapangan pekerjaan. Karena dengan adanya lapangan pekerjaan yg diciptakan oleh sarjana tersebut maka sebagian masyarakat kita tidak menganggur lagi.
3. Menumbuhkan semangat belajar
Semangat belajar akan muncul apabila kita termotivasi untuk mencapai tujuan yang ingin kita capai. Bentuk motivasi itu ada banyak contohnya seperti kita tidak mau mengecewakan orang tua kita apabila kita gagal dalam ujian, oleh karena itu kita termotivasi untuk belajar supaya kita tidak gaga; dalam ujian nanti.

Jumat, 11 November 2011

Tugas Pengantar Bisnis 2 (mata kuliah)


1 a. Pengertian Manajemen
Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti "mengendalikan," terutamanya "mengendalikan kuda" yang berasal dari bahasa latin manus yang berati "tangan". Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti "kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
  b.  Fungsi-fungsi utama manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam  proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
2 a.  Pengertian marketing
 Pemasaran mempunyai peranan yang sangat menentukan karena pemasaran mempunyai kedudukan sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Pemasaran merupakan suatu urutan-urutan kegiatan yang saling berkaitan erat dan bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia melalui proses pertukaran. Dengan demikian perusahaan dalam menjalankan usahanya perlu memperhatikan dan mengembangkan sistem pemasarannya.
Masalah pemasaran merupakan salahsatu aspek yang sangat penting bagi perusahaan untuk menjalankan roda perusahaannya, karena tidak jarang perusahaan gagal mencapai tujuannya disebabkan sistem pemasaran yang kurang tepat. Untuk lebih jelasnya Philip Kotler (1997:8) menyatakan :
“ Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain .”
Kegiatan pemasaran tidak dapat dipisahkan dari seluruh rangkaian kegiatan usaha perusahaan karena didalamnya terdapat banyak bagian-bagian yang harus dimengerti dan dilaksanakan khususnya oleh seorang pemasar/lembaga pemasaran. Sedangkan pengertian menurut William J. Stanton (1993:7) yaitu :
“ Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial “.
Marketing atau Pemasaran adalah suatu perpaduan dari aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk mengetahui kebutuhan konsumen serta mengembangkan promosi, distribusi, pelayanan dan harga agar kebutuhan konsumen dapat terpuaskan dengan baik pada tingkat keuntungan tertentu.
b. Pengertian marketing mix
Kotler (2000) mendefinisikan bahwa “bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran“. Sedangkan Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion dan Place).
Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep tersebut adalah salah satu kegiatan pemasaran yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit.
3 a. Pengertian perusahaan kecil
Perusahaan kecil merupakan perusahaan yang mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 50 orang, atau berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 kategori usaha kecil adalah yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,00 (tidak termasuk tanah dan bangunan); penjualan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00; milik Warga Negara Indonesia, bukan afiliasi badan usaha lain (berdiri sendiri), dan berbentuk usaha perorangan, badan usaha, atau koperasi.
   b. Perbedaan perusahaan kevil dan perusahaan besar
Perusahaan Kecil
·      Umumnya dikelola oleh Pemilik
·      Struktur Organisasi sederhana
·      Pemilik mengenal Karyawan
·      Kepemimpinan dari usaha kecil memiliki hubungan baik dengan bawahan, saling berkolaborasi,dan biasanya sering menghasilkan kemenangan kecil
·      Prosentase kegagalan perusahaan tinggi
·      Kekurangan Manajer  yang Ahli
·      Modal jangka panjang sulit di peroleh
·      Gaya manajerial lebih hanya ke trial dan error
·      Jaringan kerja usaha kecil masih sederhana dan jika lobi bisnis biasanya langsung ke pemilik
·      Komunikasi sangat aktif, tidak berbelit belit seperti perusahaan besar dan keputusan cepat dibuat
·      Bila ada hal-hal baru, akan sangat mudah diimplementasikan tanpa harus verifikasi ini itu
·      Efisien, biaya untuk memproduksi suatu Produk/Service akan lebih kecil sehingga akan lebih murah
Perusahaan Besar
·      Umumnya di kelola bukan oleh pemilik
·      Struktur Organisasi Kompleks
·      Pemilik mengenal sedikit Karyawan
·      Prosentasi kegagalan rendah
·      Banyak Ahli Manajemen
·      Modal jangka panjang relatif mudah di peroleh
·      Pengaturan Keuangan sudah memakai Manajemen yang rapi
·      Pembagian kerja lebih rapi sesuai dengan bagiannyadan dilakukan oleh orang yang sudah ahli di  bagian tersebut
·      Jaringan kerjanya luas
SUMBER : http://scrbid.com/


TULISAN BEBAS


1.       Apa makna sukses menurut anda?
Sukses adalah hasil dari sebuah usaha yang telah kita lakukan. Karena itu kita tidak akan mendapatkan kesuksesan apabila kita tidak berusaha dengan gigih.

2.       Kuliah sambil berwirausaha
Kuliah sambil berwirausaha sangatlah bagus, karena kita sebagai mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang sangat berguna bila nanti kita telah lulus menjadi sarjana. Karena ketika kita lulus nanti belum tentu kita akan langsung mendapatkan pekerjaan, karena itu kita akan berfikir untuk berwirausaha, dengan demikian pengalaman yang kita dapat saat berwirausaha sangatlah berguna.

3.       Jadi pengusaha atau karyawan di perusahaan bonafit?
Saya lebih memilih menjadi pengusaha dari pada menjadi karyawan di perusahaan benefit. Keuntungan-keuntungan didalam menjadi pengusaha memiliki banyak manfaat dari pada menjadi karyawan di perusahaan benefit. Menurut saya dengan menjadi pengusaha, bukannya saya yang mencari lapangan pekerjaan tetapi saya yang membuat lapangan pekerjaan. Jadi kita tidak repot-repot untuk mencari lapangan pekerjaan yang biasanya sulit didapatkan. Dengan cara seperti itu juga akan membantu pemerintah menguranggi jumlah penganggurang yang ada karena akan menyerap tenaga kerja. Dengan menjadi pengusaha tidak memiliki aturan yang ketat yang biasanya terdapat di perusahaan bila kita menjadi karyawan. Aturan yang ada di dalam usaha seorang pengusaha akan dibuat sendiri olehnya sehingga hal tersebut tidak memberatkan dirinya sendiri dan membuat pengusaha bekerja dengan nyaman. Menjadi pengusaha memiliki fleksibilitas lebih tinggi dari pada menjadi karyawan. Mungkin menjadi karyawan di perusahaan benefit lebih terjamin soal gaji dan tunjangan-tunjangannya, tetapi menjadi pengusaha lebih berpeluang mendapatkan keuntungan yang tidak terbatas bila mendapat sukses dibidang tersebut.